Mbok Jangan Terlalu Ekstrim

Banyak mungkin dijumpai perkataan itu dan yang semisal saat seorang yang beriltizam mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam –yang mulai asing ditengah-tengah kaum muslimin saat ini,  berjumpa dengan orang-orang disekitarnya. Bahkan keluargapun sering menasehatinya dengan perkataan seperti itu..

Ekstrim, sifat yang dibenci Allah dan RasulNya

Kaum muslimin rahimakumullah, sifat ekstrim atau al-ghuluw atau berlebih-lebihan dalam sesuatu memang dibenci Allah dan RasulNya. Baik berlebihan itu dalam berbagai permasalahan dunia, atau bahkan dalam masalah agama. Dalam ayatNya, Allah Jalla wa ‘ala berfirman,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Dan makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan (Al A’rof : 31)

Bahkan secara umum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keburukan pada orang-orang yang bersikap ekstrim. Beliau bersabda,

هلك المتنطعون ” . قالها ثلاثا

Celakalah orang yang berlebih-lebihan! celakalah orang yang berlebih-lebihan! celakalah orang yang berlebih-lebihan! (HR Muslim, Ahmad, dan Abu Daud)

Apakah Mengikuti Sunnah Termasuk Ekstrim ??

Begitu mudahnya seorang mencap ekstrim saudaranya sesama muslim yang bertekad merealisasikan ajaran Islam secara sempurna dalam hidupnya. Bahkan banyak kita jumpai, hanya karena seorang memelihara jenggot atau meninggikan sarung dan celananya karena meneladani Rasulullah, berbagai tudingan dilemparkan kepadanya, Allahul musta’an. Kebanyakan kaum muslimin menganggap sunnah ini –dan sunnah lain yang mulai asing ditengah-tengah mereka sebagai bentuk ke-ekstriman, bahkan tidak sedikit yang mengatakan sebagai bentuk kesesatan! Syaikh ‘Ali ibn Hasan Al Halaby menjelaskan, alasan seseorang muslim mengamalkan kebid’ahan (dan menjelekkan sunnah –pen) salah satunya adalah kebodohan mereka akan Al Quran dan Al Hadits serta sempitnya pemahaman mereka dalam hal ini (‘Ilmu Ushul Bida’, perkataan ini beliau nukil dari perkataan Syaikh Mahmud Syaltut dalam risalahnya al bid’ah). Betapa benarnya perkataan ulama ini, kebodohan kaum muslimin tentang Al Quran dan Al Hadits di sekitar kita telah menyebabkan mereka bermudah-mudahan mencap ekstrim dan sesat orang yang beriltizam dengan Islam.

Inilah Seharusnya Seorang Mu’min

Syaikh Al Albani rahimahullah memberikan nasehat kepada kaum muslimin, hendaknya mereka mengambil kebenaran dari Al Quran dan Al Hadits, dan hendaknya mereka tidak merasa gentar meskipun hanya sedikit orang-orang yang berwala’ dalam hal itu. Dan meskipun banyak sekali orang-orang yang tidak mengikuti ajaran itu bahkan memusuhinya dan mencelanya! (Qamus Al Bida’, Syaikh Masyhur Hasan Salman). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang telah masyhur,

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق ،لا يضرهم من خذلهم حتى يأتيَ أمر الله وهم كذلك

Akan senantiasa ada sebuah golongan dari ummat ini yang berdiri diatas kebenaran, orang-orang yang menelantarkannya tidak akan bisa membahayakannya, sampai datang pertolongan Allah, sedangkan mereka masih diatas kebenaran. (Muttafaqun ‘alih, mutawattir)

Kaum Muslimin, barakallahu fikum. Selanjutnya simaklah keterangan yang bagus dari Al Imam Asy Syatibi ini. “Sesungguhnya sudah merupakan sunatullah bahwa jumlah ahlul haq (pengikut kebenaran) adalah sangat sedikit jika dibandingkan pengikut ahlul bathil (pengikut kebathilan), hal ini berdasarkan firmanNya,

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Amat sedikit hamba-hambaku yang bersyukur (Saba’ : 13)

Dan benarlah, Allah telah memenuhi kebenaran berita NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kembalinya sifat keterasingan di ummat ini setelah. Oleh karenanya tidak mustahil jika di zaman ini sebuah kema’rufan dianggap sebagai munkar, yang munkar justru dianggap sebagai kema’rufan. Yang sunnah dianggap sebagai bid’ah, yang bid’ah justru dianggap sunnah. Oleh karenanya tidak heran juga jika pada zaman ini (zamannya Imam Asy Syatibi) ahlus sunnah senantiasa dicela dan ditelantarkan.” (Al I’tishom, dinukil oleh Syaikh Masyhur Hassan Salman, lihat Qamus Al Bida’)

Kaum muslimin, perlu dicamkan bahwa realita yang disampaikan Imam Asy Syatibi itu adalah realita pada zamannya, maka bagaimana lagi dengan kondisi dan cobaan ahlus sunnah pada zaman ini?

الصبر ضياء

Sabar itu cahaya (yang panas). (HR Ahmad, Nasa’i, Ibnu Hibban, dishohihkan Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Al Jami’us Shaghir)

Kamar Atas, tengah malam 6 Dzulhijjah

Masjid Paling Rame

Abu Luqman,

3 Komentar

  1. 24 November 2009 pada 7:58 am

    Den Bagusku sayang. I love you brother… because Allah…

    Mmm… mau beri saran untuk motto blog antum, brother…

    Cinta Allah… Cinta Rasul… dan Cinta Istri….

    ^__^

  2. 27 November 2009 pada 10:56 pm

    Kadang juga sikap kita yg mesti lembut terhadap sesama, sehingga membuat yg lain lebih respect pada kita. Sikap kita mungkin yg sulit bergaul dgn orang awam yg membuat mereka kurang simpati pada kita. Sehingga ini bisa jd koreksi bersama.

    إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

    “Sesungguhnya jika lemah lembut itu ada dalam sesuatu, maka ia akan senantiasa menghiasinya. Jika kelembutan itu hilang, maka pastilah hanya akan mendatangkan kejelekan.” (HR Muslim)

    Begitu pula beliau bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعْطِى عَلَى الْعُنْفِ

    “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia menyukai kelembutan dan Dia akan memberi kepada kelembutan yang tidak diberikan jika seseorang bersikap kasar.” (HR Muslim)

  3. bagussetiawan said,

    30 November 2009 pada 9:06 pm

    kapankah jat..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: